Popular Post

Archive for 2013

Cara klik Iklan dan mendapat dollar dari Clixsense

By : Unknown

Sebelum Anda memulai daftar gratis di sini



klik untuk memulai bisnis online anda, hanya duduk  anda bias dapatkan uang dolar http://www.clixsense.com/?5486663
setelah saya sharing cara pendaftaran di PTC clixsense saya sekarang akan menunjukkan cara nge-klik iklan dan mendapat dollar masuk ke account kamu.

Step #1 : Login ke akun clixsense kamu. masukkan username dan password dan klik tombol sign in.
sebagai saran, jika kamu login melalui komputer umum seperti warnet atau komputer orang lain jangan men ceklis kolom "remember me" pada saat login, untuk menjaga  akun kamu aman dari tangan tangan jahil.


Step#2 : masuk ke halaman member area dimana terdapat informasi mengenai jumlah saldo yang ada di akun kamu, dan jumlah klik iklan kamu, juga lengkap dengan informasi informasi lain nya.
klik pada tombol "view ads" seperti gambar dibawah ini :


step#3: Mulai klik iklan . lihat di halaman ini ada beberapa iklan tersedia untuk kamu klik sebagai cara kamu menghasilkan dollar. gampang sekali bukan..klik satu per satu iklan yang ada, dan kamu akan diarahkan untuk melihat iklan tersebut.

Kisah Iwan Fals Masuk ke media surat kabar

By : Unknown

Inilah Kisah Hidup Iwan Fals  Tribun Pekanbaru - Minggu, 20 November 2011 11:04 WIB Sang Legendaris Iwan Fals  

  Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir 3 September 1961 di Jakarta) adalah seorang penyanyi beraliran balada yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.


Lewat lagu-lagunya, Iwan menggambarkan suasana sosial kehidupan Indonesia (terutama Jakarta) di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti lagu Wakil Rakyat dan Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya lagu Siang Seberang Istana dan Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti lagu Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya.

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia

By : Unknown

Lanjutan Dari Tugas PKWN sebelumnya.
F. pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara Indonesia
istilah ideologi berasal dari kata ‘idea’ yang berarti ‘gagasan, konsep,  pengertian dasar, cita-cita’ dan ‘logos’ yang berarti ‘ilmu’. Kata ‘idea’ berasal dari kata bahasa yunani ‘eidos’ yang artinya ‘bentuk’. Disamping itu ada kata ‘idein’ yang artinya ‘melihat’. Maka secara harafiah , ideologi berarti ilmu pengertian-pengertian dasar. Dalam pengertian sehari-hari, ‘idea’ disamakan artinya dengan ‘cita-cita’. Cita-cita yang dimaksud adalah cita-cita yang bersifat  tetap itu sekaligus merupakan dasar, pandangan atau faham. Memang pada hakikatnya, antara dasar dan cita-cita itu sebenarnya dapat merupakan satu kesatuan. Dasar ditetapkankarena atas dasar suatu landasan, asas atau dasar yang telah ditetapkan pula. Dengan demikian ideologi mencakup pengertian tentang idea-idea, pengertian dasar, gagasan dan cita-cita.
                Sebagai suatu ideologi bangsa dan Negara Indonesia maka pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang sebagaimana ideologi-ideologi lain didunia, namun pancasila diangkat dari nilai-nilai adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religious yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk negara, dengan lain perkataan unsur-unsur yang merupakan materi (bahan). Pamcasila tidak lain diangkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia sendiri, sehingga bangsa ini merupakan kausa materialis (asal bahan) pancasila.
                Unsur-unsur pancasila tersebut kemudian diangkat dan dirumuskan oleh para pendiri negara, sehingga pancasila berkedudukan sebagai dasar negara dan ideologi bangsa dan negara Indonesia. Dengan demikian pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara Indonesia berakar pada pandangan hidup dan budaya bangsa, dan bukannya mengangkat atau mengambil ideology dari bangsa lain. Selain itu pancasila juga bukan hanya merupakan ide-ide atau perenungan dari seseorang saja, yang hanya memperjuangkan suatu kelompok atau golongan tertentu, melainkan pancasila berasal dari nialai-nilai yang dimiiki oleh bangsa sehingga pancasila pada hakikatnya untuk seluruh lapisan serta unsure-unsur bangsa secara komperhensif. Oleh karena cirri khas pancasila itu maka memiliki kesesuaian dengan  bangsa Indonesia.
G. Makna nilai-nilai setiap sila pancasila
                Sebagai suatu dasar filsafat Negara, maka sila-sila pancasila merupakan suatu system nilai, oleh karena itu sila-sila pancasila itu pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan. Meskipun dalam setiap sila terkandung nilai-nilai yang memiliki perbedaan antara satu dengan lainnya namun kesemuannya itu tidak lain merupakan satu kesatuan yang sistematis. Oleh karena itu meskipun dalam uraian berikut ini menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam setian sila, namun kesemuanya itu tidak dapat dilepaskan keterkaitannya dengan sila-sila lainnya. Konkuensinya realisasi setiap sila atau derivasi setiap sila, senantiasa, dalam hubungan yang sistematik dengan sila-sila lainnya. Hal ini berdasarkan pada pengertian bahwa makna sila-sila pancasila senantiasa dalam hubungannya sebagai sistemfilsafat. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam setiap silaadalah sebagai berikut.
1.       Ketuhanan yang maha esa
Sila yang pertama ini nilai-nilainya meliputi dan menjiwai ke empat sila lainnya. Dalam sila ketuhan yang maha esaterkandung nilai bahwa Negara yang didirikan adalah sebagai pengejawantahan tujuan manusia sebagai makhluk tuhan yang maha esa. Oleh karena itu segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara bahkan moral Negara, moral penyelenggaraan Negara, politik Negara, pemerintahan Negara, hokum dan peraturan perundang-undangan Negara, kebebasan dan hak asasi warga Negara harus dijiwai nilai-nilai ketuhan yang maha esa.
2.       Kemanusiaan yang adil dan beradab
Sila ini, secara sistematisdidasari dan dijiwai oleh sila ketuhan yang maha esa, serta mendasari dan menjiwaiketiga sila berikutnya. Sila kemanusiaan sebagai dasar fundamental dalam kehidupan kenegaraan, kebangsaan dan kemasyarakatan. Nilai kemanusiaan ini bersumber pada dasar filosofis antropologis bahwa hakikat manusia adalah susunan kodrat rokhani (jiwa) dan raga, sifat kodrat individu dan makhluk social, kedudukan kodrat makhluk pribadi berdiri sendiri dan sebagai makhluk tuhan yang maha esa.
Dalam sila kemanusiaan terkandung nilai-nilai bahwa Negara harus menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang beradab. Olrh karena itu dalam kehidupan kenegaraan terutama dalam peraturan perundang-undangan Negara harus mewujudkan tercapainya tujuan ketinggian harkat dan martabat manusia, terutama hak-hak kodrat manusia sebagai hak dasar (hak asasi) harus dijamin dalam peraturan perundang-undangan Negara. Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah mengandung nilai suatu keadaan sikap moral dan tingkah laku manusia yang didasarkan pada potensi budi nurani manusia dalam hubungan dengan norma-normadan kebudayaan pada umumnya baik terhadap diri sendiri, terhadap sesame manusia maupun terhadap lingkungan. Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab adalah perwujudan nilai kemanusiaan sebai makhluk yang berbudaya bermoral dan beragama.
Dala kehidupan kenegaraan harus senantiasa dilandasi oleh moral kemanusiaan antara lain dalam kehidupan pemerintah Negara, politik, ekonomi, hukum, social, budaya, pertahanan dan keamanan serta dalam kehidupan keagamaan. Oleh karena itu dalam kehidupan bersama dalam Negara harus dijiwai oleh moral kemanusiaan untuk  saling menghargai sekalipun terdapat suatu perbedaan Karena hal itu merupakan suatu bawaan kodrat manusia untuk saling menjaga keharmonisan dalam kehidupan bersama.
3.       Persatuaan Indonesia
                Nilai yang terkandung dalam sila ini tidak dapat dipisahkan dengan keempat sila lainnya Karena seluruh sila merupakan suatu kesatuaan yang bersifat sistematis. Sila persatuaan indonesi didasari dan dijiwai oleh sila ketuhanan yang maha esa dan kemanisiaan yang adil dan beradab serta mendasari dan menjiwai dsila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam sila persatuan Indonesia terkandung nilai bahwa Negara adalah sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia monodualisyaitu sebagai makhluk individu dan makhluk social. Negara adalah merupakan suatu persekutuan hidup bersama diantara elemen-elemen  yang embentuk negar yang berupa, suku, ras, kelompok, golongan maupun kelompok agama. Oleh Karen aitu perbedaan adalah merupakan bawaan kodrat  manusian dan juga merupakan cirri khas elemen-elemen yang membentuk Negara. Konsekuensi Negara adalah beraneka ragam tetapi satu, meningkatkan diri dalam suatu persatuan yang dilukiskan dal suatu seloka bhinneka tunggal ika . perbedaan bukannya untuk diruncingkan menjadi konflik dan permusuhan melainkan diarahkan pada suartu sintesa yang saling menguntungkan yaitu persatuan dalam kehidupan bersama untuk mewujudkan tujuan bersama sebagai bangsa.
4.       Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijasanaan dalm permusyawaratan/perwakilan.
Nilai yang terkandung  dalam sila kerakyatan yang dipiumpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwaklian didasari oleh  sila ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang  adil dan beradab serta persatuaan Indonesia, dan mendasari serta menjiwai sila keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.
Nilai filosofis yang terkandung didalamnya adalah bahwa hakikat Negara adalah sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia sebai makhluk individu dan makhluk social. Hakikat rakyat adalah merupakan sekelompok manusia sebagai makhluk tuhan yang maha esa yang bersatu yang bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia dalam suatuwolayah Negara. Rakyat adalah merupakan subjek pendukung pokok Negara. Negara adalah dari oleh dan untuk rakyat, oleh karena itu rakyat adalah merupakan asal mula kekuasaan Negara. Sehingga dalam sila kerakyatan terkandung nilai demokrasi yang secra mutlak harus dilakdsanakan dalam kehidupan Negara. Mak nilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam sila kedua adalah (1) adanya kebebasan yang harus disertaan dengan tanggung jawab baik terhadap masyarakat  bangsa maupun secara normal terhadap tuhan yang maha esa, (2) menjunjung tinggi harkat dan mertabat manusia, (3) menjamin dan memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam hidup bersama. (4) mengakui atas poerbedaan individu, kelompok, ras, suku, agama, karena pebedaan adalah merupakan suatu bawaan kodrat manusia. (5) mengakui adanya persamaan hak yang melekat pada setiap kelompok, ras, suku maupun agama. (6) mengarahkan perbedaan dalam suatu kerja sama kemanusia yang beradab. (7) menjunjung tinggi atas musyawarah sebagai moral kemanusiaan yang beradab. (8) mewujudkan dan mendasarkan suatu keadilan dalam kehidupan social agar tercapainya tujuan bersama.
5.       keadilan social  bagi seluruh rakyat Indonesia
                                                                            nilai yang terkandung dalam siula ini, didasari dan dijiesi oleh sila ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan  beradab, persatuan Indonesoa, serta kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan. Dalam sila kelima tersebut terkandung nilai-nilai yang merupakan tujuan Negara sebagai tujuan dalam hidup bersama. Maka didalam sila kelima tersebut terkandung nilai keadilan yang harus terwujud dalam kehidupan bersama (kehidupan sosial). Keadilan tersebut didasari dan dijiwai oleh hakikat keadilan kemanusiaan yaitu keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat bangsa dan Negaranya serta hubungan manusia dengan tuhannya.
H. pancasila sbagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara
Menurut ernest dan hans khons unsure kesatuan atau nasionalisme suatu bangsa ditentukan oleh sejarah terbentuknya melalui suatu proses penjajahan bangsa asing, namun tatkala akan mendirikan suatu Negara telah memiliki suatu landasan filosofis yang merupakan suatu esensi cultural religious dari bangsa Indonesia sendiri yaitu ketuhanan, berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan dan berkeadilan. Hal inilah yang oleh notonagoro bangsa Indonesia disebut sebagai kausa materialis pancasila (notonagoro, 1975). Tekad untuk menentukan bahwa filsafat pancasila sebagai dasar filosofis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini telah mendapat legitimasi yuridis tatkala ‘the founding fathers’ kita mengesahkan dalam konstitusi UUD 1945 18-8-1945.
Istilah ‘paradigma’ pada awalnya berkembang dalam dunia ilmu pengetahuan, terutama dalam kaitannya dengan filsafat ilmu pengetahuan. Secara terminologis tokoh yang mengembangkan istilah tersebut yaitu Thomas s. khun dalam bukunya yang bertitel ‘the structure of scientific revolution 1970: 49). Intisari pengertian ‘paradigma’ adalah suatu asumsi-asumsi dasar dan asumsi-asumsi teoretis yang umum yang merupakan suatu sumber nilai. Konsekuensinya hal itu merupakan suatu sumber hukum-hukum, metode, serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga saat menentukan sifat, cirri serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri.
Ilmu pengetahuan sifatnya sangat dinamis hal ini disebabkan oleh semakin banyaknya hasil-hasil penelitian manusia, sehingga dalam perkembangannya terdapat suatu kemungkinan yang sangat besar ditemukannya kelemahan-kelemahan pada teori yang telah ada. Berdasarkan hakikatnya manusia dalam kenyataan objectivenya bersifat ganda bahkan multidimensi. Atas dasar kajian ilmu pengetahuan social tersebut kemudian dikembangkan lah metode baru berdasarkan hakikat dan sifat paradigma ilmu tersebut, maka berkembanglah metode kualitatif.
Istilah ilmiah tersebut kemudian berkembang dalam berbagai bidang kehidupan manusia serta ilmu pengetahuan lain, misalnya politik, hukum, ekonomi, budaya, serta bidang-bidang lainnya. Dealam masalah yang popular ini istilah “paradigm” berkembang menjadi suatu terminology yang mengandung konotasi pengertian sumber nilai, kerangka pikir, orentasi dasar, sumber asas arah dan tujuan dari suatu perkembangan, perubahan serta proses dalam suatu bidang tertentu termasuk dalam bidang kehidupan kenegaraan dan kebangsaan. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan terutama dalam melaksanakan pembangunan dan pembaharuan mak harus mendasarkan pada suatu kerangka fikir, sumber nilai serta arahan yang didasarkan pada nilai-nilai pancasila.
Negara adalah sebagai perwujudan sifat kodrat manusia individu-makhluk social (notonagoro, 1975) yang senantiasa tidak dapat dilepaskan dengan lingkungan geografis sebagai ruang tempat bangsa tersebut hidup. Akan tetapi harus diingat bahwa manusia kedudukan kodratnya adalah sebagai makhluk tuhan yang maha esa. Oleh karena itu baik dalam kehidupan bermasyarakat, kebangsaan dan kenegaraan tidak dapat dipisahkan dengan nilai ketuhan yang maha esa.
Secara lebih rinci filsafat pancasila sebagai dasar kehidupan kebangsaan dan kenegaraan adalah merupakan identitas nasional Indonesia. Hal ini didasarkan pada suatu relitas bahwa kausa materialis ataub asal nilai-nilai pancasila adalah bangsa Indonesia itu sendiri.
Selain itu filsafat pancasila merupakan dasar dari Negara dan konstitusi (undang-undang dasar Negara) Indonesia. Dengan lain perkataan pancasila merupakan sumber hukum dasar Indonesia, sehingga seluruh peraturan hukum positif Indonesia diderivasikan atau dijabarkan dari nilai-nilai pancasila.
Sbagai suatu  Negara demokrasi kehidupan kenegaraan Indonesia mendasarkan pada rule of law, karena Negara didasarkan pada system konstitusionalisme. Oleh karena itu dalam hubungannya dengan pelaksanaan demokrasi baik secara normative maupun secara praksis, harus mendasarkan pada kondisi objektif bangsa yang memiliki pandangan hidup filsafat pancasila.

Agama Islam

By : Unknown

Nama        : Muhammad iqbal
Nim           : F04112048
Kelas         : C
Reguler     : A
 
 
 
Soal
1.       Mengapa tuhan menciptakan manusia
Bagaimana proses tuhan menciptakan manusia
2.       Apakah tuhan itu maha adil atau maha berkehendak
Jelaskan dan kemukakan alas an-alasannya
3.       Apakah perbedaan persamaan dan perbedaan takdir dan nasib
4.       Mengapa manusia beradap dan beragama , dan mengapa anda beragama islam
5.       Mengapa tuhan menciptakan manusia lebih sempurna dari makhluk lain
6.       Apakah tujuan allah menurunkan wahyu dan mengutus rasul kepada umat manusia ?
 
Jawaban:
1.       Pada pandangan orang beriman manusia itu makhluk yang mulia dan terhormat disisi tuhan yang diciptakan dalam bentuk yang amat baik.
Sesudah ditiupkan ruh kedalam tubuhnya , para malikat disuruh sujud(member hormat) kepadanya. Allah memberi manusia ilmu pengetahuan dan kemauan, dijadikan khalifah (penguasa) di bumi, serta menjadi pusat pelaku kegiatan di ala mini. Segala apa yang dilangit dan dibumi bekerja untuk kepantingan manusia dan kepadanya diberikan hikmah lahir dan batin.
Kesimpulannya, apa yang ada dialam ini adalah berhidmat kepada manusia dan diciptakan manusia untuk berhikmat kepada tuhan. Allah Swt menjelaskan dalam Q.S. Al-baqorah (2) : 29;
 
Dialah Allah yang telah menciptakan segala yang ada dibumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) menciptakan langit lalu disempurnakan-Nya tujuh langit. Dan dia Mengetahui Segala sesuatu.
 
Q.S. Adz-Dzaariyaat (51) : 56 ;
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.
 
…………………
Disebut secara jelas dalam Al Baqarah ayat 30, kita tahu bahwa keberadaan manusia di muka bumi bukanlah sebuah kecelakaan melainkan memag sengaja Allah menciptakan manusia di bumi (di dunia ini) sebagai makhluk yang dimuliakan dan dipercaya sebagai pengemban amanah dengan sebutan “Khalifah fil Ardli” (khalifah di muka bumi)
 
Selain penjelasan dari suart Al Baqaroh ada juga surat lain seprti di bawah ini
Kaum Musa berkata: "Kami telah ditindas (oleh Fir`aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab: "Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi (Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu. (Al A’raaf 129)
Atau siapakah yang memperkenankan (do`a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo`a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya). (An Naml 62)
 
Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (Shaad 26)
 
Proses terjadinya manusia
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk (lain). Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. ” (Al Mukminun : 12-14)
Wahai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka ketahuilah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang telah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi … . ” (Al Hajj : 5)
Ayat-ayat di atas menerangkan tahap-tahap penciptaan manusia dari suatu keadaan kepada keadaan lain, yang menunjukkan akan kesempurnaan kekuasaan-Nya sehingga Dia Jalla wa ‘Alaa saja yang berhak untuk diibadahi.
Begitu pula penggambaran penciptaan Adam ‘Alaihis Salam yang Dia ciptakan dari suatu saripati yang berasal dari tanah berwarna hitam yang berbau busuk dan diberi bentuk.
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. ” (Al Hijr : 26)
Tanah tersebut diambil dari seluruh bagiannya, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari segenggam (sepenuh telapak tangan) tanah yang diambil dari seluruh bagiannya. Maka datanglah anak Adam (memenuhi penjuru bumi dengan beragam warna kulit dan tabiat). Di antara mereka ada yang berkulit merah, putih, hitam, dan di antara yang demikian. Di antara mereka ada yang bertabiat lembut, dan ada pula yang keras, ada yang berperangai buruk (kafir) dan ada yang baik (Mukmin). ” (HR. Imam Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi, berkata Tirmidzi : ‘Hasan shahih’. Dishahihkan oleh Asy Syaikh Nashiruddin Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi juz 3 hadits 2355 dan Shahih Sunan Abu Daud juz 3 hadits 3925)
Semoga Allah merahmati orang yang berkata dalam bait syi’irnya :
Diciptakan manusia dari saripati yang berbau busuk.
Dan ke saripati itulah semua manusia akan kembali.
Setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan Adam ‘Alaihis Salam dari tanah. Dia ciptakan pula Hawa ‘Alaihas Salam dari Adam, sebagaimana firman-Nya :
“Dia menciptakan kamu dari seorang diri, kemudian Dia jadikan daripadanya istrinya … . ” (Az Zumar : 6)
Dalam ayat lain :
Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya … . ” (Al A’raf : 189)
Dari Adam dan Hawa ‘Alaihimas Salam inilah terlahir anak-anak manusia di muka bumi dan berketurunan dari air mani yang keluar dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan hingga hari kiamat nanti. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir juz 3 halaman 457)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (mani). ” (As Sajdah : 7-8)
Jawab  2            
Mnusai di ciptakan untuk menjdi kholifah dan beribadah kepada Allah
Dalam Surat Adz Dzariyat ayat 56 Allah berfirman:
Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.
 
Sebagian orang menanyakan, “Jadi sebenarnya manusia itu diciptakan untuk beribadah atau untuk mengemban amanah sebagai khalifah sebagaimana uraian di atas?”
 
Tidak terlalu sulit menggabungkan dua informasi tersebut ke dalam sebuah pengertian yang mencakup keduanya.
 
Ibadah kepada Allah adalah kewajiban baik bagi Jin maupun Manusia. Tetapi misi untuk memakmurkan bumi hanya manusia yang diberi amanah, sedangkan jin tidak.
Artinya selain dimintai pertanggungjawaban mengenai ibadah khususnya kepada Allah manusia juga ditanya mengenai apa yang telah diperbuatnya sehubungan dengan kemaslahatan maupun kumudharatan di muka bumi.
 
Demikian. Maha Suci Allah yang menciptakan manusia dengan tidak sia sia:
Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. (al anbiya 16)
 
Proses terjadinya manusia
 
Imam Thabari rahimahullah dan selainnya mengatakan bahwa diciptakan anak Adam dari mani Adam dan Adam sendiri diciptakan dari tanah. (Lihat Tafsir Ath Thabari juz 9 halaman 202) Allah Subhanahu wa Ta’ala menempatkan nuthfah (yakni air mani yang terpancar dari laki-laki dan perempuan dan bertemu ketika terjadi jima’) dalam rahim seorang ibu sampai waktu tertentu.
Dia Yang Maha Kuasa menjadikan rahim itu sebagai tempat yang aman dan kokoh untuk menyimpan calon manusia. Dia nyatakan dalam firman-Nya :
Bukankah Kami menciptakan kalian dari air yang hina? Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim) sampai waktu yang ditentukan. ” (Al Mursalat : 20-22)
Dari nuthfah, Allah jadikan ‘alaqah yakni segumpal darah beku yang bergantung di dinding rahim. Dari ‘alaqah menjadi mudhghah yakni sepotong daging kecil yang belum memiliki bentuk. Setelah itu dari sepotong daging bakal anak manusia tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian membentuknya memiliki kepala, dua tangan, dua kaki dengan tulang-tulang dan urat-uratnya. Lalu Dia menciptakan daging untuk menyelubungi tulang-tulang tersebut agar menjadi kokoh dan kuat. Ditiupkanlah ruh, lalu bergeraklah makhluk tersebut menjadi makhluk baru yang dapat melihat, mendengar, dan meraba. (Bisa dilihat keterangan tentang hal ini dalam kitab-kitab tafsir, antara lain dalam Tafsir Ath Thabari, Tafsir Ibnu Katsir, dan lain-lain)
Demikianlah kemahakuasaan Rabb Pencipta segala sesuatu, sungguh dapat mengundang kekaguman dan ketakjuban manusia yang mau menggunakan akal sehatnya. Semoga Allah meridhai ‘Umar Ibnul Khaththab, ketika turun awal ayat di atas (tentang penciptaan manusia) terucap dari lisannya pujian :
“Fatabarakallahu ahsanul khaliqin”
Maha Suci Allah, Pencipa Yang Paling Baik
Sekarang kita lihat keterangan tentang kejadian manusia dari hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Abi ‘Abdurrahman ‘Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata :
Telah menceritakan kepada kami Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan beliau adalah yang selalu benar (jujur) dan dibenarkan. Beliau bersabda (yang artinya) “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan kejadiannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nuthfah. Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga (40 hari). Kemudian menjadi gumpalan seperti sekerat daging selama itu pula. Kemudian diutus kepadanya seorang Malaikat maka ia meniupkan ruh kepadanya dan ditetapkan empat perkara, ditentukan rezkinya, ajalnya, amalnya, sengsara atau bahagia. Demi Allah yang tiada illah selain Dia, sungguh salah seorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli Surga sehingga tidak ada di antara dia dan Surga melainkan hanya tinggal sehasta, maka telah mendahuluinya ketetapan takdir, lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka sehingga ia memasukinya. Dan sungguh salah seorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli neraka sehingga tidak ada antara dia dan neraka melainkan hanya tinggal sehasta. Maka telah mendahuluinya ketetapan takdir, lalu ia beramal dengan amalan ahli Surga sehingga ia memasukinya. ” (HR. Bukhari 6/303 -Fathul Bari dan Muslim 2643, shahih)
Berita Nubuwwah di atas mengabarkan bahwa proses perubahan janin anak manusia berlangsung  120 hari dalam tiga bentuk yang tiap-tiap bentuk berlangsung selama 40 hari. Yakni 40 hari pertama sebagai nuthfah, 40 hari kedua dalam bentuk segumpal darah, dan 40 hari ketiga dalam bentuk segumpal daging. Setelah berlalu 120 hari, Allah perintahkan seorang Malaikat untuk meniupkan ruh dan menuliskan untuknya 4 perkara di atas.
 
……………………………
Allah maha adil lagi maha berkehendak alasan Allah maha adil
Allah itu adil. setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa dimilikinya. orang yang memiliki mata akan ditanya digunakan untuk apa matanya itu, orang yang punya kekuasaan akan ditanya digunakan untuk apa kekuasaannya itu, dst. Jangankan itu pernahkah kita berpikir adilkah tuhan menciptakan makhluk lain untuk tunduk pada kita seperti sapi, kerbau, kambing, dll untuk kita makan atau untuk kita suruh menggarap sawah lalu Ia (Allah) memberikan rizki kepada mereka yang jumlahnya jauh lebih sedikit dari rizki kita terima. Tentu tidak adil bukan. Tapi kelak di akhirat banyak orang yang iri dengan nasib para binatang tersebut karena mereka semua jadi debu sedangkan kebanyakan dari kita masuk ke neraka karena tidak bisa mempertanggungjawabkan apa yang kita punya.

Lagipula ada hikmah di balik penciptaan orang2 cacat tersebut. Karena mereka jugalah banyak kebaikan yang tercipta. Bayangkan jika setiap orang diciptakan sempurna dan tidak ada orang yang kekurangan baik secara jasmani atau materi, maka tiap orang akan memikirkan dirinya sendiri. karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang orang lain. Sehingga hal-hal seperti kedermawanan, empati, kepedulian terhadap sesama, kerjasama, tolong-menolong, dsb yang ada saat ini akan hilang. Allah menciptakan orang cacat karena Ia ingin kita menolong mereka. Allah ingin menciptakan kebaikan melalui kita.
Dan Allah maha berkehendak
egala sesuatu tidak dapat terjadi kecuali atas kehendak dan izin Allah. Apapun keinginan manusia, sama sekali tidak dapat direalisasikan, apabila Allah tidak menghendaki dan tidak mengizinkannya.

Dan kamu tidak dapat menghendaki kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.   (Q.S 81:29)

Jauh sebelum manusia terlahir ke dunia, Allah yang Maha Tahu sudah mengetahui seluruh Qadha dan Qadar bagi manusia tersebut. Apakah akhirnya manusia ini akan masuk ke dalam sorga Nya ataukah ke dalam neraka Nya, tentu Allah sudah mengetahuinya dengan pasti. Tetapi manusia tidak mengetahui tentang bagaimana nasibnya kelak. Jika seorang manusia mengetahui bahwa ia akan berakhir di dalam neraka, dan dapat memilih, tentu ia memilih untuk tidak dilahirkan ke dunia, bahkan menyesali kenapa dia diciptakan. Dan seandainya seorang manusia memili pengetahuan yang benar tentang Qadha dan Qadarnya di masa depan, itu sama sekali tidak mengubah keharusannya dalam berikhtiyar. Karena ikhtiyar menjadi sarana bagi tercapainya suatu ketetapan di masa depan.

Dihadapan Yang Maha Kuasa, manusia tidak memiliki daya upaya. Ketetapan Ilahi harus terjadi, apakah ia menyukainya atau tidak menyukainya. Manusia seakan wayang yang digerakan oleh dalang, ada yang dijadikannya tokoh yang jahat, dan ada yang dijadikannya tokoh yang baik. Kalau begitu, apa artinya ikhtiyar? Ikhtiyar dan kehendak untuk ikhtiyar pun terjadi atas kehendak dan izin Allah yang Maha Kuasa. Apakah ini keyakinan yang benar? Sementara Allah tidak bersifat dzalim kepada hambaNya. Apakah siksa akan ditimpakan kepada seorang hamba, padahal hamba itu tidak memiliki kekuatan untuk menentukan pilihan perbuatannya sendiri?

Ada orang yang menghendaki dan memilih jalan kebaikan. Ada pula orang yang menghendaki dan memilih jalan keburukan. Semua itu tidak dapat terjadi, kecuali atas kehendak Allah dan izin Nya. Lalu jika ada manusia yang jahat, mengapa ia berdosa? Padahal jika Allah tidak menghendaki orang itu menjadi manusia jahat, tentunya orang itu tidak akan mampu menjadi jahat. Hal ini seringkali menjadi bab bagi kaum atheisme dan anti Islam untuk mempersalahkan ajaran Islam. Mereka berkata, “Allah umat Islam adalah yang membuat manusia tersesat, sebagaimana yang tercatat dalam al Quran :

Katakanlah: "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada Nya", (Q.S 13:27) 
jawab 2
Allah jelas maha adi, adil di sini bukan berarti harus selalu sama , Allah membagikan rezki kepada mahlukya tidak lah sama itu sesuai kemampuan yang di miliki mahlukya, agar manusia dapat bersyukur atas apa yang di berikan Allah kepada umatnya tersebut, Allah juga memberikan tangan yang tak lengkap bagi sebagian orang agar orang yang lengkap anggota badanya dapat mensyukuri nikmat yang di berikan kepadanya,
Allah juga maha berkehendak ,
Allha berkehendak kepada setiap mahklukNya, apabila Allah mengginkan mahkluknya untuk taat kepada Allha maka taatlah dia dan apabila Allah menginkan untuk sesat maka sesatlah dia, dalam al Quran telah di jelasan yang artinya
“Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada Nya", (Q.S 13:27) 
 Dan juga di perjelas l;agi pada ayatlain dalam al Quran yang artinya
Dan kamu tidak dapat menghendaki kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.   (Q.S 81:29)
ini membuktiakn tanpa kehendak Allah semua itu tidaklah mungkin terjadi, semua kejadian di muka bumi ini dan alam semesta karena kehendak Allah semata.
 
………………………………..
Tujuan Allah menurunkan Wahyu dan mengutus Rasul Kepada umat manusia
Seorang rasul tidak hanya bertugas menyampaikan risalah ilahi, tetapi berkewajiban juga berkewajiban untuk menyampaikan bimbingan dan contoh teladan bagi umatnya. Oleh karena itulah, mengapa rasul yang dipilih Allah adalah seorang manusia.
Q.S Al anbiyaa’(21):7,
وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ ۖ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.
Fungsi Rosul adalah menyampaikan ajaran agama kepada manusia dan untuk melakukan pembangunan system nilai ilahi ditengah kehidupan manusia, meskipun juga dalam penyampaian wahyu.

Oleh : Muhammad Iqbal
By : Unknown
Dalam Hidupku Yang Terindah adalah disaat aku memandang sebuah panorama keindahan Sang Alam Hijau di Hutan Sana.
Didalam Hidupku Yang Membuatku Pulih Dan Semangat Bukanlah Memakan Atau meminum obat dari dokter, Namun Buah Segar Sehabis Dipetik Dari Sang Alam Sebuah Pohon Kerindangan Anugrah Yanag Maha Kuasa Atas Semua Yang Diciptakan-Nya.

Aku Merasa Bersyukur Atas semuayang Aku dapatkan..........

Senang-Sedih, Duka-Tawa , Riang Gembira Akan selalu menghampiriku Membuat Bumbu-Bumbu Kehidupan dan rasa Cinta dalam Hati Akan Muncul Sesuai Kehidupan Yang Aku jalani...

Thanxs.

Puisi Renungan

By : Unknown

Puisi Renungan

perasaan apakah ini,

surasa menggerogoti jantung ini..membara api, membakar hati q...memutuskan pemikiran jernih dalam kepala q,yang dulu mengalir deras, bagai bah air yang turun dari tempat tertinggi,kini terhenti akan 1 hal yang gak bisa q pahami,satu hal tentang hati dan jiwa,"one thing about the heart and soul"jika hati dan jiwa bersatu, apa yang terjadi?"if the heart and soul unite, what happened?"
dan kapan hati dan jiwa akan bersatu?
"and when the heart and soul will be united?"

itulah yang terpikir dalam pusat saraf q
dan kapan hati dan jiwa akan bersatu?"and when the heart and soul will be united?"
itulah yang terpikir dalam pusat saraf qdan kapan hati dan jiwa akan bersatu?"and when the heart and soul will be united?"itulah yang terpikir dalam pusat saraf q
dan kapan hati dan jiwa akan bersatu?"and when the heart and soul will be united?"itulah yang terpikir dalam pusat saraf q

- Copyright © Islami of Matematika - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -