setelah saya sharing cara pendaftaran di PTC clixsense saya sekarang akan menunjukkan cara nge-klik iklan dan mendapat dollar masuk ke account kamu.
Step #1 : Login ke akun clixsense kamu. masukkan username dan password dan klik tombol sign in.
sebagai saran, jika kamu login melalui komputer umum seperti warnet atau komputer orang lain jangan men ceklis kolom "remember me" pada saat login, untuk menjaga akun kamu aman dari tangan tangan jahil.
Step#2 : masuk ke halaman member area dimana terdapat informasi mengenai jumlah saldo yang ada di akun kamu, dan jumlah klik iklan kamu, juga lengkap dengan informasi informasi lain nya.
klik pada tombol "view ads" seperti gambar dibawah ini :
step#3: Mulai klik iklan . lihat di halaman ini ada beberapa iklan tersedia untuk kamu klik sebagai cara kamu menghasilkan dollar. gampang sekali bukan..klik satu per satu iklan yang ada, dan kamu akan diarahkan untuk melihat iklan tersebut.
Archive for 2013-06-02
Cara klik Iklan dan mendapat dollar dari Clixsense
By : UnknownSebelum Anda memulai daftar gratis di sini
klik untuk memulai bisnis online anda, hanya duduk anda bias dapatkan uang dolar http://www.clixsense.com/?5486663
Kisah Iwan Fals Masuk ke media surat kabar
By : UnknownInilah Kisah Hidup Iwan Fals Tribun Pekanbaru - Minggu, 20 November 2011 11:04 WIB Sang Legendaris Iwan Fals
Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir 3 September 1961 di Jakarta) adalah seorang penyanyi beraliran balada yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.
Lewat lagu-lagunya, Iwan menggambarkan suasana sosial kehidupan Indonesia (terutama Jakarta) di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti lagu Wakil Rakyat dan Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya lagu Siang Seberang Istana dan Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti lagu Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya.
Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia
By : Unknown
Lanjutan Dari Tugas PKWN sebelumnya.
F. pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara Indonesia
istilah ideologi berasal dari kata ‘idea’ yang berarti
‘gagasan, konsep, pengertian dasar,
cita-cita’ dan ‘logos’ yang berarti ‘ilmu’. Kata ‘idea’ berasal dari kata
bahasa yunani ‘eidos’ yang artinya ‘bentuk’. Disamping itu ada kata ‘idein’
yang artinya ‘melihat’. Maka secara harafiah , ideologi berarti ilmu
pengertian-pengertian dasar. Dalam pengertian sehari-hari, ‘idea’ disamakan
artinya dengan ‘cita-cita’. Cita-cita yang dimaksud adalah cita-cita yang
bersifat tetap itu sekaligus merupakan
dasar, pandangan atau faham. Memang pada hakikatnya, antara dasar dan cita-cita
itu sebenarnya dapat merupakan satu kesatuan. Dasar ditetapkankarena atas dasar
suatu landasan, asas atau dasar yang telah ditetapkan pula. Dengan demikian
ideologi mencakup pengertian tentang idea-idea, pengertian dasar, gagasan dan
cita-cita.
Sebagai
suatu ideologi bangsa dan Negara Indonesia maka pancasila pada hakikatnya bukan
hanya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok
orang sebagaimana ideologi-ideologi lain didunia, namun pancasila diangkat dari
nilai-nilai adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religious yang
terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk negara,
dengan lain perkataan unsur-unsur yang merupakan materi (bahan). Pamcasila
tidak lain diangkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia sendiri, sehingga
bangsa ini merupakan kausa materialis (asal bahan) pancasila.
Unsur-unsur
pancasila tersebut kemudian diangkat dan dirumuskan oleh para pendiri negara,
sehingga pancasila berkedudukan sebagai dasar negara dan ideologi bangsa dan
negara Indonesia. Dengan demikian pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara
Indonesia berakar pada pandangan hidup dan budaya bangsa, dan bukannya
mengangkat atau mengambil ideology dari bangsa lain. Selain itu pancasila juga
bukan hanya merupakan ide-ide atau perenungan dari seseorang saja, yang hanya
memperjuangkan suatu kelompok atau golongan tertentu, melainkan pancasila
berasal dari nialai-nilai yang dimiiki oleh bangsa sehingga pancasila pada
hakikatnya untuk seluruh lapisan serta unsure-unsur bangsa secara komperhensif.
Oleh karena cirri khas pancasila itu maka memiliki kesesuaian dengan bangsa Indonesia.
G. Makna nilai-nilai setiap sila pancasila
Sebagai
suatu dasar filsafat Negara, maka sila-sila pancasila merupakan suatu system
nilai, oleh karena itu sila-sila pancasila itu pada hakikatnya merupakan suatu
kesatuan. Meskipun dalam setiap sila terkandung nilai-nilai yang memiliki
perbedaan antara satu dengan lainnya namun kesemuannya itu tidak lain merupakan
satu kesatuan yang sistematis. Oleh karena itu meskipun dalam uraian berikut
ini menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam setian sila, namun kesemuanya
itu tidak dapat dilepaskan keterkaitannya dengan sila-sila lainnya.
Konkuensinya realisasi setiap sila atau derivasi setiap sila, senantiasa, dalam
hubungan yang sistematik dengan sila-sila lainnya. Hal ini berdasarkan pada
pengertian bahwa makna sila-sila pancasila senantiasa dalam hubungannya sebagai
sistemfilsafat. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam setiap silaadalah
sebagai berikut.
1.
Ketuhanan yang maha esa
Sila yang pertama ini nilai-nilainya meliputi dan menjiwai ke empat sila
lainnya. Dalam sila ketuhan yang maha esaterkandung nilai bahwa Negara yang
didirikan adalah sebagai pengejawantahan tujuan manusia sebagai makhluk tuhan
yang maha esa. Oleh karena itu segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan
penyelenggaraan Negara bahkan moral Negara, moral penyelenggaraan Negara,
politik Negara, pemerintahan Negara, hokum dan peraturan perundang-undangan
Negara, kebebasan dan hak asasi warga Negara harus dijiwai nilai-nilai ketuhan
yang maha esa.
2.
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Sila ini, secara sistematisdidasari dan dijiwai oleh sila ketuhan yang
maha esa, serta mendasari dan menjiwaiketiga sila berikutnya. Sila kemanusiaan
sebagai dasar fundamental dalam kehidupan kenegaraan, kebangsaan dan
kemasyarakatan. Nilai kemanusiaan ini bersumber pada dasar filosofis
antropologis bahwa hakikat manusia adalah susunan kodrat rokhani (jiwa) dan
raga, sifat kodrat individu dan makhluk social, kedudukan kodrat makhluk
pribadi berdiri sendiri dan sebagai makhluk tuhan yang maha esa.
Dalam sila kemanusiaan terkandung nilai-nilai bahwa Negara harus
menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang beradab.
Olrh karena itu dalam kehidupan kenegaraan terutama dalam peraturan
perundang-undangan Negara harus mewujudkan tercapainya tujuan ketinggian harkat
dan martabat manusia, terutama hak-hak kodrat manusia sebagai hak dasar (hak
asasi) harus dijamin dalam peraturan perundang-undangan Negara. Kemanusiaan
yang adil dan beradab adalah mengandung nilai suatu keadaan sikap moral dan
tingkah laku manusia yang didasarkan pada potensi budi nurani manusia dalam
hubungan dengan norma-normadan kebudayaan pada umumnya baik terhadap diri
sendiri, terhadap sesame manusia maupun terhadap lingkungan. Nilai kemanusiaan
yang adil dan beradab adalah perwujudan nilai kemanusiaan sebai makhluk yang
berbudaya bermoral dan beragama.
Dala kehidupan kenegaraan harus senantiasa dilandasi oleh moral
kemanusiaan antara lain dalam kehidupan pemerintah Negara, politik, ekonomi,
hukum, social, budaya, pertahanan dan keamanan serta dalam kehidupan keagamaan.
Oleh karena itu dalam kehidupan bersama dalam Negara harus dijiwai oleh moral
kemanusiaan untuk saling menghargai
sekalipun terdapat suatu perbedaan Karena hal itu merupakan suatu bawaan kodrat
manusia untuk saling menjaga keharmonisan dalam kehidupan bersama.
3.
Persatuaan Indonesia
Nilai yang terkandung dalam sila
ini tidak dapat dipisahkan dengan keempat sila lainnya Karena seluruh sila
merupakan suatu kesatuaan yang bersifat sistematis. Sila persatuaan indonesi
didasari dan dijiwai oleh sila ketuhanan yang maha esa dan kemanisiaan yang
adil dan beradab serta mendasari dan menjiwai dsila kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan dan keadilan
social bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam sila persatuan Indonesia terkandung
nilai bahwa Negara adalah sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia
monodualisyaitu sebagai makhluk individu dan makhluk social. Negara adalah
merupakan suatu persekutuan hidup bersama diantara elemen-elemen yang embentuk negar yang berupa, suku, ras,
kelompok, golongan maupun kelompok agama. Oleh Karen aitu perbedaan adalah
merupakan bawaan kodrat manusian dan
juga merupakan cirri khas elemen-elemen yang membentuk Negara. Konsekuensi
Negara adalah beraneka ragam tetapi satu, meningkatkan diri dalam suatu
persatuan yang dilukiskan dal suatu seloka bhinneka tunggal ika . perbedaan
bukannya untuk diruncingkan menjadi konflik dan permusuhan melainkan diarahkan
pada suartu sintesa yang saling menguntungkan yaitu persatuan dalam kehidupan
bersama untuk mewujudkan tujuan bersama sebagai bangsa.
4.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijasanaan dalm permusyawaratan/perwakilan.
Nilai yang terkandung dalam sila kerakyatan yang dipiumpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwaklian didasari oleh sila ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan
yang adil dan beradab serta persatuaan
Indonesia, dan mendasari serta menjiwai sila keadilan social bagi seluruh
rakyat Indonesia.
Nilai filosofis yang terkandung
didalamnya adalah bahwa hakikat Negara adalah sebagai penjelmaan sifat kodrat
manusia sebai makhluk individu dan makhluk social. Hakikat rakyat adalah
merupakan sekelompok manusia sebagai makhluk tuhan yang maha esa yang bersatu
yang bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia dalam suatuwolayah
Negara. Rakyat adalah merupakan subjek pendukung pokok Negara. Negara adalah
dari oleh dan untuk rakyat, oleh karena itu rakyat adalah merupakan asal mula
kekuasaan Negara. Sehingga dalam sila kerakyatan terkandung nilai demokrasi
yang secra mutlak harus dilakdsanakan dalam kehidupan Negara. Mak nilai-nilai
demokrasi yang terkandung dalam sila kedua adalah (1) adanya kebebasan yang
harus disertaan dengan tanggung jawab baik terhadap masyarakat bangsa maupun secara normal terhadap tuhan
yang maha esa, (2) menjunjung tinggi harkat dan mertabat manusia, (3) menjamin
dan memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam hidup bersama. (4) mengakui atas
poerbedaan individu, kelompok, ras, suku, agama, karena pebedaan adalah
merupakan suatu bawaan kodrat manusia. (5) mengakui adanya persamaan hak yang
melekat pada setiap kelompok, ras, suku maupun agama. (6) mengarahkan perbedaan
dalam suatu kerja sama kemanusia yang beradab. (7) menjunjung tinggi atas
musyawarah sebagai moral kemanusiaan yang beradab. (8) mewujudkan dan
mendasarkan suatu keadilan dalam kehidupan social agar tercapainya tujuan
bersama.
5.
keadilan social
bagi seluruh rakyat Indonesia
nilai
yang terkandung dalam siula ini, didasari dan dijiesi oleh sila
ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan
beradab, persatuan Indonesoa, serta kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan. Dalam sila kelima tersebut
terkandung nilai-nilai yang merupakan tujuan Negara sebagai tujuan dalam hidup
bersama. Maka didalam sila kelima tersebut terkandung nilai keadilan yang harus
terwujud dalam kehidupan bersama (kehidupan sosial). Keadilan tersebut didasari
dan dijiwai oleh hakikat keadilan kemanusiaan yaitu keadilan dalam hubungan
manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia lain, manusia dengan
masyarakat bangsa dan Negaranya serta hubungan manusia dengan tuhannya.
H. pancasila sbagai dasar kehidupan
berbangsa dan bernegara
Menurut ernest dan hans khons
unsure kesatuan atau nasionalisme suatu bangsa ditentukan oleh sejarah
terbentuknya melalui suatu proses penjajahan bangsa asing, namun tatkala akan
mendirikan suatu Negara telah memiliki suatu landasan filosofis yang merupakan
suatu esensi cultural religious dari bangsa Indonesia sendiri yaitu ketuhanan,
berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan dan berkeadilan. Hal inilah yang
oleh notonagoro bangsa Indonesia disebut sebagai kausa materialis pancasila
(notonagoro, 1975). Tekad untuk menentukan bahwa filsafat pancasila sebagai
dasar filosofis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini telah mendapat
legitimasi yuridis tatkala ‘the founding fathers’ kita mengesahkan dalam
konstitusi UUD 1945 18-8-1945.
Istilah ‘paradigma’ pada awalnya
berkembang dalam dunia ilmu pengetahuan, terutama dalam kaitannya dengan
filsafat ilmu pengetahuan. Secara terminologis tokoh yang mengembangkan istilah
tersebut yaitu Thomas s. khun dalam bukunya yang bertitel ‘the structure of
scientific revolution 1970: 49). Intisari pengertian ‘paradigma’ adalah suatu
asumsi-asumsi dasar dan asumsi-asumsi teoretis yang umum yang merupakan suatu
sumber nilai. Konsekuensinya hal itu merupakan suatu sumber hukum-hukum,
metode, serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga saat menentukan sifat,
cirri serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri.
Ilmu pengetahuan sifatnya sangat
dinamis hal ini disebabkan oleh semakin banyaknya hasil-hasil penelitian
manusia, sehingga dalam perkembangannya terdapat suatu kemungkinan yang sangat
besar ditemukannya kelemahan-kelemahan pada teori yang telah ada. Berdasarkan
hakikatnya manusia dalam kenyataan objectivenya bersifat ganda bahkan
multidimensi. Atas dasar kajian ilmu pengetahuan social tersebut kemudian
dikembangkan lah metode baru berdasarkan hakikat dan sifat paradigma ilmu
tersebut, maka berkembanglah metode kualitatif.
Istilah ilmiah tersebut kemudian
berkembang dalam berbagai bidang kehidupan manusia serta ilmu pengetahuan lain,
misalnya politik, hukum, ekonomi, budaya, serta bidang-bidang lainnya. Dealam
masalah yang popular ini istilah “paradigm” berkembang menjadi suatu
terminology yang mengandung konotasi pengertian sumber nilai, kerangka pikir,
orentasi dasar, sumber asas arah dan tujuan dari suatu perkembangan, perubahan
serta proses dalam suatu bidang tertentu termasuk dalam bidang kehidupan
kenegaraan dan kebangsaan. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan dalam
kehidupan kebangsaan dan kenegaraan terutama dalam melaksanakan pembangunan dan
pembaharuan mak harus mendasarkan pada suatu kerangka fikir, sumber nilai serta
arahan yang didasarkan pada nilai-nilai pancasila.
Negara adalah sebagai perwujudan
sifat kodrat manusia individu-makhluk social (notonagoro, 1975) yang senantiasa
tidak dapat dilepaskan dengan lingkungan geografis sebagai ruang tempat bangsa
tersebut hidup. Akan tetapi harus diingat bahwa manusia kedudukan kodratnya
adalah sebagai makhluk tuhan yang maha esa. Oleh karena itu baik dalam
kehidupan bermasyarakat, kebangsaan dan kenegaraan tidak dapat dipisahkan
dengan nilai ketuhan yang maha esa.
Secara lebih rinci filsafat
pancasila sebagai dasar kehidupan kebangsaan dan kenegaraan adalah merupakan
identitas nasional Indonesia. Hal ini didasarkan pada suatu relitas bahwa kausa
materialis ataub asal nilai-nilai pancasila adalah bangsa Indonesia itu sendiri.
Selain itu filsafat pancasila
merupakan dasar dari Negara dan konstitusi (undang-undang dasar Negara)
Indonesia. Dengan lain perkataan pancasila merupakan sumber hukum dasar
Indonesia, sehingga seluruh peraturan hukum positif Indonesia diderivasikan
atau dijabarkan dari nilai-nilai pancasila.
Sbagai suatu Negara demokrasi kehidupan kenegaraan
Indonesia mendasarkan pada rule of law, karena Negara didasarkan pada system
konstitusionalisme. Oleh karena itu dalam hubungannya dengan pelaksanaan
demokrasi baik secara normative maupun secara praksis, harus mendasarkan pada
kondisi objektif bangsa yang memiliki pandangan hidup filsafat pancasila.
Agama Islam
By : Unknown
Nama : Muhammad
iqbal
Nim :
F04112048
Kelas :
C
Reguler : A
Soal
1.
Mengapa tuhan menciptakan manusia
Bagaimana proses tuhan menciptakan manusia
2.
Apakah tuhan itu maha adil atau maha berkehendak
Jelaskan dan kemukakan alas an-alasannya
3.
Apakah perbedaan persamaan dan perbedaan takdir
dan nasib
4.
Mengapa manusia beradap dan beragama , dan
mengapa anda beragama islam
5.
Mengapa tuhan menciptakan manusia lebih sempurna
dari makhluk lain
6.
Apakah tujuan allah menurunkan wahyu dan
mengutus rasul kepada umat manusia ?
Jawaban:
1.
Pada pandangan orang beriman manusia itu makhluk
yang mulia dan terhormat disisi tuhan yang diciptakan dalam bentuk yang amat
baik.
Sesudah ditiupkan ruh kedalam tubuhnya ,
para malikat disuruh sujud(member hormat) kepadanya. Allah memberi manusia ilmu
pengetahuan dan kemauan, dijadikan khalifah (penguasa) di bumi, serta menjadi
pusat pelaku kegiatan di ala mini. Segala apa yang dilangit dan dibumi bekerja
untuk kepantingan manusia dan kepadanya diberikan hikmah lahir dan batin.
Kesimpulannya, apa yang ada dialam ini
adalah berhidmat kepada manusia dan diciptakan manusia untuk berhikmat kepada
tuhan. Allah Swt menjelaskan dalam Q.S. Al-baqorah (2) : 29;
Dialah Allah yang telah menciptakan segala
yang ada dibumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) menciptakan langit
lalu disempurnakan-Nya tujuh langit. Dan dia Mengetahui Segala sesuatu.
Q.S. Adz-Dzaariyaat (51) : 56 ;
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia
melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.
…………………
Disebut secara jelas dalam
Al Baqarah ayat 30, kita tahu bahwa keberadaan manusia di muka bumi bukanlah
sebuah kecelakaan melainkan memag sengaja Allah menciptakan manusia di
bumi (di dunia ini) sebagai makhluk yang dimuliakan dan dipercaya sebagai
pengemban amanah dengan sebutan “Khalifah fil Ardli” (khalifah di muka
bumi)
Selain penjelasan dari
suart Al Baqaroh ada juga surat lain seprti di bawah ini
Kaum Musa berkata:
"Kami telah ditindas (oleh Fir`aun) sebelum kamu datang kepada kami dan
sesudah kamu datang. Musa menjawab: "Mudah-mudahan Allah membinasakan
musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi (Nya), maka Allah akan
melihat bagaimana perbuatanmu. (Al A’raaf 129)
Atau siapakah yang
memperkenankan (do`a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo`a kepada-Nya,
dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah
di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah
kamu mengingati (Nya). (An Naml 62)
Hai Daud, sesungguhnya Kami
menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan
(perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa
nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya
orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena
mereka melupakan hari perhitungan. (Shaad 26)
Proses terjadinya manusia
Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk (lain). Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. ” (Al Mukminun : 12-14)
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk (lain). Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. ” (Al Mukminun : 12-14)
“Wahai
manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka
ketahuilah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari
setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang
sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu
dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang telah
ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi … . ” (Al Hajj : 5)
Ayat-ayat di
atas menerangkan tahap-tahap penciptaan manusia dari suatu keadaan kepada
keadaan lain, yang menunjukkan akan kesempurnaan kekuasaan-Nya sehingga Dia
Jalla wa ‘Alaa saja yang berhak untuk diibadahi.
Begitu pula
penggambaran penciptaan Adam
‘Alaihis Salam yang Dia ciptakan dari suatu saripati yang berasal dari tanah
berwarna hitam yang berbau busuk dan diberi bentuk.
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat
kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
” (Al Hijr : 26)
Tanah
tersebut diambil dari seluruh bagiannya, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
“Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari segenggam (sepenuh telapak tangan) tanah yang diambil dari seluruh bagiannya. Maka datanglah anak Adam (memenuhi penjuru bumi dengan beragam warna kulit dan tabiat). Di antara mereka ada yang berkulit merah, putih, hitam, dan di antara yang demikian. Di antara mereka ada yang bertabiat lembut, dan ada pula yang keras, ada yang berperangai buruk (kafir) dan ada yang baik (Mukmin). ” (HR. Imam Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi, berkata Tirmidzi : ‘Hasan shahih’. Dishahihkan oleh Asy Syaikh Nashiruddin Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi juz 3 hadits 2355 dan Shahih Sunan Abu Daud juz 3 hadits 3925)
“Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari segenggam (sepenuh telapak tangan) tanah yang diambil dari seluruh bagiannya. Maka datanglah anak Adam (memenuhi penjuru bumi dengan beragam warna kulit dan tabiat). Di antara mereka ada yang berkulit merah, putih, hitam, dan di antara yang demikian. Di antara mereka ada yang bertabiat lembut, dan ada pula yang keras, ada yang berperangai buruk (kafir) dan ada yang baik (Mukmin). ” (HR. Imam Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi, berkata Tirmidzi : ‘Hasan shahih’. Dishahihkan oleh Asy Syaikh Nashiruddin Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi juz 3 hadits 2355 dan Shahih Sunan Abu Daud juz 3 hadits 3925)
Semoga Allah
merahmati orang yang berkata dalam bait syi’irnya :
Diciptakan manusia dari saripati yang berbau busuk.
Dan ke saripati itulah semua manusia akan kembali.
Diciptakan manusia dari saripati yang berbau busuk.
Dan ke saripati itulah semua manusia akan kembali.
Setelah
Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan Adam ‘Alaihis Salam dari tanah. Dia
ciptakan pula Hawa ‘Alaihas Salam dari Adam, sebagaimana firman-Nya :
“Dia menciptakan kamu dari seorang diri, kemudian Dia jadikan daripadanya istrinya … . ” (Az Zumar : 6)
“Dia menciptakan kamu dari seorang diri, kemudian Dia jadikan daripadanya istrinya … . ” (Az Zumar : 6)
Dalam ayat
lain :
“Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya … . ” (Al A’raf : 189)
“Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya … . ” (Al A’raf : 189)
Dari Adam
dan Hawa ‘Alaihimas Salam inilah terlahir anak-anak manusia di muka bumi dan
berketurunan dari air mani yang keluar dari tulang sulbi laki-laki dan tulang
dada perempuan hingga hari kiamat nanti. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir juz 3
halaman 457)
Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (mani). ” (As Sajdah : 7-8)
“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (mani). ” (As Sajdah : 7-8)
Jawab
2
Mnusai di ciptakan untuk menjdi kholifah dan
beribadah kepada Allah
Dalam Surat Adz Dzariyat ayat 56 Allah
berfirman:
Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan
manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.
Sebagian orang menanyakan, “Jadi
sebenarnya manusia itu diciptakan untuk beribadah atau untuk mengemban amanah
sebagai khalifah sebagaimana uraian di atas?”
Tidak terlalu sulit menggabungkan dua
informasi tersebut ke dalam sebuah pengertian yang mencakup keduanya.
Ibadah kepada Allah adalah kewajiban
baik bagi Jin maupun Manusia. Tetapi misi untuk memakmurkan bumi hanya manusia
yang diberi amanah, sedangkan jin tidak.
Artinya selain dimintai
pertanggungjawaban mengenai ibadah khususnya kepada Allah manusia juga
ditanya mengenai apa yang telah diperbuatnya sehubungan dengan
kemaslahatan maupun kumudharatan di muka bumi.
Demikian.
Maha Suci Allah yang menciptakan manusia dengan tidak sia sia:
Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan
bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. (al anbiya 16)
Proses
terjadinya manusia
Imam Thabari rahimahullah dan
selainnya mengatakan bahwa diciptakan anak Adam dari mani Adam dan Adam sendiri
diciptakan dari tanah. (Lihat Tafsir Ath Thabari juz 9 halaman 202) Allah
Subhanahu wa Ta’ala menempatkan nuthfah (yakni air mani yang terpancar dari
laki-laki dan perempuan dan bertemu ketika terjadi jima’) dalam rahim seorang
ibu sampai waktu tertentu.
Dia Yang Maha Kuasa menjadikan rahim itu sebagai
tempat yang aman dan kokoh untuk menyimpan calon manusia. Dia nyatakan dalam
firman-Nya :
“Bukankah Kami menciptakan kalian dari air yang hina? Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim) sampai waktu yang ditentukan. ” (Al Mursalat : 20-22)
“Bukankah Kami menciptakan kalian dari air yang hina? Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim) sampai waktu yang ditentukan. ” (Al Mursalat : 20-22)
Dari nuthfah, Allah jadikan ‘alaqah
yakni segumpal darah beku yang bergantung di dinding rahim.
Dari ‘alaqah menjadi mudhghah yakni sepotong daging kecil yang belum memiliki
bentuk. Setelah itu dari sepotong daging bakal anak manusia tersebut, Allah
Subhanahu wa Ta’ala kemudian membentuknya memiliki kepala, dua tangan, dua kaki
dengan tulang-tulang dan urat-uratnya. Lalu Dia menciptakan daging untuk
menyelubungi tulang-tulang tersebut agar menjadi kokoh dan kuat. Ditiupkanlah
ruh, lalu bergeraklah makhluk tersebut menjadi makhluk baru yang dapat melihat,
mendengar, dan meraba. (Bisa dilihat keterangan tentang hal ini dalam
kitab-kitab tafsir, antara lain dalam Tafsir Ath Thabari, Tafsir Ibnu Katsir,
dan lain-lain)
Demikianlah kemahakuasaan Rabb Pencipta segala
sesuatu, sungguh dapat mengundang kekaguman dan ketakjuban manusia yang mau
menggunakan akal sehatnya. Semoga Allah meridhai ‘Umar Ibnul Khaththab, ketika
turun awal ayat di atas (tentang penciptaan manusia) terucap dari lisannya
pujian :
“Fatabarakallahu ahsanul khaliqin”
Maha Suci Allah, Pencipa Yang Paling Baik
“Fatabarakallahu ahsanul khaliqin”
Maha Suci Allah, Pencipa Yang Paling Baik
Sekarang kita lihat keterangan tentang kejadian
manusia dari hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Abi
‘Abdurrahman ‘Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata :
Telah menceritakan kepada kami Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan beliau adalah yang selalu benar (jujur) dan dibenarkan. Beliau bersabda (yang artinya) “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan kejadiannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nuthfah. Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga (40 hari). Kemudian menjadi gumpalan seperti sekerat daging selama itu pula. Kemudian diutus kepadanya seorang Malaikat maka ia meniupkan ruh kepadanya dan ditetapkan empat perkara, ditentukan rezkinya, ajalnya, amalnya, sengsara atau bahagia. Demi Allah yang tiada illah selain Dia, sungguh salah seorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli Surga sehingga tidak ada di antara dia dan Surga melainkan hanya tinggal sehasta, maka telah mendahuluinya ketetapan takdir, lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka sehingga ia memasukinya. Dan sungguh salah seorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli neraka sehingga tidak ada antara dia dan neraka melainkan hanya tinggal sehasta. Maka telah mendahuluinya ketetapan takdir, lalu ia beramal dengan amalan ahli Surga sehingga ia memasukinya. ” (HR. Bukhari 6/303 -Fathul Bari dan Muslim 2643, shahih)
Telah menceritakan kepada kami Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan beliau adalah yang selalu benar (jujur) dan dibenarkan. Beliau bersabda (yang artinya) “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan kejadiannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nuthfah. Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga (40 hari). Kemudian menjadi gumpalan seperti sekerat daging selama itu pula. Kemudian diutus kepadanya seorang Malaikat maka ia meniupkan ruh kepadanya dan ditetapkan empat perkara, ditentukan rezkinya, ajalnya, amalnya, sengsara atau bahagia. Demi Allah yang tiada illah selain Dia, sungguh salah seorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli Surga sehingga tidak ada di antara dia dan Surga melainkan hanya tinggal sehasta, maka telah mendahuluinya ketetapan takdir, lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka sehingga ia memasukinya. Dan sungguh salah seorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli neraka sehingga tidak ada antara dia dan neraka melainkan hanya tinggal sehasta. Maka telah mendahuluinya ketetapan takdir, lalu ia beramal dengan amalan ahli Surga sehingga ia memasukinya. ” (HR. Bukhari 6/303 -Fathul Bari dan Muslim 2643, shahih)
Berita Nubuwwah di atas mengabarkan bahwa proses
perubahan janin anak manusia berlangsung
120 hari dalam tiga bentuk yang tiap-tiap bentuk berlangsung selama 40
hari. Yakni 40 hari pertama sebagai nuthfah, 40 hari kedua dalam bentuk
segumpal darah, dan 40 hari ketiga dalam bentuk segumpal daging. Setelah
berlalu 120 hari, Allah perintahkan seorang Malaikat untuk meniupkan ruh dan
menuliskan untuknya 4 perkara di atas.
……………………………
Allah maha
adil lagi maha berkehendak alasan Allah maha adil
Allah itu adil. setiap orang akan dimintai
pertanggungjawaban atas apa dimilikinya. orang yang memiliki mata akan ditanya
digunakan untuk apa matanya itu, orang yang punya kekuasaan akan ditanya
digunakan untuk apa kekuasaannya itu, dst. Jangankan itu pernahkah kita
berpikir adilkah tuhan menciptakan makhluk lain untuk tunduk pada kita seperti
sapi, kerbau, kambing, dll untuk kita makan atau untuk kita suruh menggarap
sawah lalu Ia (Allah) memberikan rizki kepada mereka yang jumlahnya jauh lebih
sedikit dari rizki kita terima. Tentu tidak adil bukan. Tapi kelak di akhirat
banyak orang yang iri dengan nasib para binatang tersebut karena mereka semua
jadi debu sedangkan kebanyakan dari kita masuk ke neraka karena tidak bisa
mempertanggungjawabkan apa yang kita punya.
Lagipula ada hikmah di balik penciptaan orang2 cacat tersebut. Karena mereka jugalah banyak kebaikan yang tercipta. Bayangkan jika setiap orang diciptakan sempurna dan tidak ada orang yang kekurangan baik secara jasmani atau materi, maka tiap orang akan memikirkan dirinya sendiri. karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang orang lain. Sehingga hal-hal seperti kedermawanan, empati, kepedulian terhadap sesama, kerjasama, tolong-menolong, dsb yang ada saat ini akan hilang. Allah menciptakan orang cacat karena Ia ingin kita menolong mereka. Allah ingin menciptakan kebaikan melalui kita.
Lagipula ada hikmah di balik penciptaan orang2 cacat tersebut. Karena mereka jugalah banyak kebaikan yang tercipta. Bayangkan jika setiap orang diciptakan sempurna dan tidak ada orang yang kekurangan baik secara jasmani atau materi, maka tiap orang akan memikirkan dirinya sendiri. karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang orang lain. Sehingga hal-hal seperti kedermawanan, empati, kepedulian terhadap sesama, kerjasama, tolong-menolong, dsb yang ada saat ini akan hilang. Allah menciptakan orang cacat karena Ia ingin kita menolong mereka. Allah ingin menciptakan kebaikan melalui kita.
Dan Allah maha berkehendak
egala sesuatu tidak dapat terjadi kecuali
atas kehendak dan izin Allah. Apapun keinginan manusia, sama sekali tidak dapat
direalisasikan, apabila Allah tidak menghendaki dan tidak mengizinkannya.
Dan kamu tidak dapat menghendaki kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (Q.S 81:29)
Jauh sebelum manusia terlahir ke dunia, Allah yang Maha Tahu sudah mengetahui seluruh Qadha dan Qadar bagi manusia tersebut. Apakah akhirnya manusia ini akan masuk ke dalam sorga Nya ataukah ke dalam neraka Nya, tentu Allah sudah mengetahuinya dengan pasti. Tetapi manusia tidak mengetahui tentang bagaimana nasibnya kelak. Jika seorang manusia mengetahui bahwa ia akan berakhir di dalam neraka, dan dapat memilih, tentu ia memilih untuk tidak dilahirkan ke dunia, bahkan menyesali kenapa dia diciptakan. Dan seandainya seorang manusia memili pengetahuan yang benar tentang Qadha dan Qadarnya di masa depan, itu sama sekali tidak mengubah keharusannya dalam berikhtiyar. Karena ikhtiyar menjadi sarana bagi tercapainya suatu ketetapan di masa depan.
Dihadapan Yang Maha Kuasa, manusia tidak memiliki daya upaya. Ketetapan Ilahi harus terjadi, apakah ia menyukainya atau tidak menyukainya. Manusia seakan wayang yang digerakan oleh dalang, ada yang dijadikannya tokoh yang jahat, dan ada yang dijadikannya tokoh yang baik. Kalau begitu, apa artinya ikhtiyar? Ikhtiyar dan kehendak untuk ikhtiyar pun terjadi atas kehendak dan izin Allah yang Maha Kuasa. Apakah ini keyakinan yang benar? Sementara Allah tidak bersifat dzalim kepada hambaNya. Apakah siksa akan ditimpakan kepada seorang hamba, padahal hamba itu tidak memiliki kekuatan untuk menentukan pilihan perbuatannya sendiri?
Ada orang yang menghendaki dan memilih jalan kebaikan. Ada pula orang yang menghendaki dan memilih jalan keburukan. Semua itu tidak dapat terjadi, kecuali atas kehendak Allah dan izin Nya. Lalu jika ada manusia yang jahat, mengapa ia berdosa? Padahal jika Allah tidak menghendaki orang itu menjadi manusia jahat, tentunya orang itu tidak akan mampu menjadi jahat. Hal ini seringkali menjadi bab bagi kaum atheisme dan anti Islam untuk mempersalahkan ajaran Islam. Mereka berkata, “Allah umat Islam adalah yang membuat manusia tersesat, sebagaimana yang tercatat dalam al Quran :
Katakanlah: "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada Nya", (Q.S 13:27)
Dan kamu tidak dapat menghendaki kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (Q.S 81:29)
Jauh sebelum manusia terlahir ke dunia, Allah yang Maha Tahu sudah mengetahui seluruh Qadha dan Qadar bagi manusia tersebut. Apakah akhirnya manusia ini akan masuk ke dalam sorga Nya ataukah ke dalam neraka Nya, tentu Allah sudah mengetahuinya dengan pasti. Tetapi manusia tidak mengetahui tentang bagaimana nasibnya kelak. Jika seorang manusia mengetahui bahwa ia akan berakhir di dalam neraka, dan dapat memilih, tentu ia memilih untuk tidak dilahirkan ke dunia, bahkan menyesali kenapa dia diciptakan. Dan seandainya seorang manusia memili pengetahuan yang benar tentang Qadha dan Qadarnya di masa depan, itu sama sekali tidak mengubah keharusannya dalam berikhtiyar. Karena ikhtiyar menjadi sarana bagi tercapainya suatu ketetapan di masa depan.
Dihadapan Yang Maha Kuasa, manusia tidak memiliki daya upaya. Ketetapan Ilahi harus terjadi, apakah ia menyukainya atau tidak menyukainya. Manusia seakan wayang yang digerakan oleh dalang, ada yang dijadikannya tokoh yang jahat, dan ada yang dijadikannya tokoh yang baik. Kalau begitu, apa artinya ikhtiyar? Ikhtiyar dan kehendak untuk ikhtiyar pun terjadi atas kehendak dan izin Allah yang Maha Kuasa. Apakah ini keyakinan yang benar? Sementara Allah tidak bersifat dzalim kepada hambaNya. Apakah siksa akan ditimpakan kepada seorang hamba, padahal hamba itu tidak memiliki kekuatan untuk menentukan pilihan perbuatannya sendiri?
Ada orang yang menghendaki dan memilih jalan kebaikan. Ada pula orang yang menghendaki dan memilih jalan keburukan. Semua itu tidak dapat terjadi, kecuali atas kehendak Allah dan izin Nya. Lalu jika ada manusia yang jahat, mengapa ia berdosa? Padahal jika Allah tidak menghendaki orang itu menjadi manusia jahat, tentunya orang itu tidak akan mampu menjadi jahat. Hal ini seringkali menjadi bab bagi kaum atheisme dan anti Islam untuk mempersalahkan ajaran Islam. Mereka berkata, “Allah umat Islam adalah yang membuat manusia tersesat, sebagaimana yang tercatat dalam al Quran :
Katakanlah: "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada Nya", (Q.S 13:27)
jawab 2
Allah jelas maha adi, adil di sini bukan
berarti harus selalu sama , Allah membagikan rezki kepada mahlukya tidak lah sama
itu sesuai kemampuan yang di miliki mahlukya, agar manusia dapat bersyukur atas
apa yang di berikan Allah kepada umatnya tersebut, Allah juga memberikan tangan
yang tak lengkap bagi sebagian orang agar orang yang lengkap anggota badanya
dapat mensyukuri nikmat yang di berikan kepadanya,
Allah juga
maha berkehendak ,
Allha
berkehendak kepada setiap mahklukNya, apabila Allah mengginkan mahkluknya untuk
taat kepada Allha maka taatlah dia dan apabila Allah menginkan untuk sesat maka
sesatlah dia, dalam al Quran telah di jelasan yang artinya
“Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang
Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada Nya", (Q.S
13:27)
Dan juga di perjelas l;agi pada ayatlain dalam
al Quran yang artinya
Dan kamu tidak dapat menghendaki kecuali
apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (Q.S 81:29)
ini membuktiakn tanpa kehendak Allah semua itu tidaklah mungkin terjadi, semua kejadian di muka bumi ini dan alam semesta karena kehendak Allah semata.
ini membuktiakn tanpa kehendak Allah semua itu tidaklah mungkin terjadi, semua kejadian di muka bumi ini dan alam semesta karena kehendak Allah semata.
………………………………..
Tujuan Allah menurunkan Wahyu dan mengutus
Rasul Kepada umat manusia
Seorang rasul tidak hanya bertugas
menyampaikan risalah ilahi, tetapi berkewajiban juga berkewajiban untuk
menyampaikan bimbingan dan contoh teladan bagi umatnya. Oleh karena itulah,
mengapa rasul yang dipilih Allah adalah seorang manusia.
Q.S Al anbiyaa’(21):7,
وَمَا أَرْسَلْنَا
قَبْلَكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ ۖ فَاسْأَلُوا
أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan
beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah
olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.
Fungsi Rosul adalah menyampaikan ajaran agama kepada
manusia dan untuk melakukan pembangunan system nilai ilahi ditengah kehidupan
manusia, meskipun juga dalam penyampaian wahyu.
Oleh : Muhammad Iqbal